BANGKAPOS .com - Para aktivis pendukung Rohingya di Myanmar mengatakan, Rabu (16/11), lebih dari 100 anggota komunitas etnis Muslim itu tewas dalam aksi kontra pemberontakan yang digelar pemerintah baru-baru ini di negara bagian Rakhine.
Ko Ko Linn dari Organisasi Nasional Arakan Rohingya mengatakan, menurut sejumlah penduduk desa, sedikitnya 150 orang dibunuh pasukan keamanan sejak Sabtu. Verifikasi independen atas klaim yang dikeluarkan pemerintah atau aktivis sulit dilakukan karena pemerintah membatasi akses masuk ke kawasan tersebut.
“Alasan mengapa kantor-kantor berita internasional dan kelompok-kelompok bantuan tidak diizinkan masuk ke sana adalah karena militer berusaha menutup-nutupi apa yang mereka lakukan di sana, seperti pembunuhan dan lain-lain.” kata Ko Linn melalui telepon.
“Mereka berbohong.”
Nay San Lwin, blogger yang berbasis di Eropa yang mengamati secara seksama perkembangan kasus Rohingya sejak 2012, mengatakan, laporan-laporan dari jaringan aktivis di Rakhine mengatakan, lebih dari 100 mayat telah ditemukan penduduk desa, sebagian tertutup jerami atau terbakar.
Pemerintah Myanmar mengakui menewaskan 25 orang dan memberondong desa-desa kaum Muslim Rohingya dari helikopter tempur.
Baca: Luna Maya Ngakak Kecantikan Ayu Ting Ting Dinilai Hanya 5,5
Baca: Kecewa, Luna Maya Ternyata Tak Hanya Unfollow Instagram, Tapi Juga Blokir Nomor Ponsel Ayu Ting Ting
Baca: Heboh Kabar Biaya Pernikahan Celine dan Stefan William Ngutang
Tentara Myanmar atau Burma mengaku mereka menembak mati setidaknya 25 orang di desa-desa Muslim Rohingya di kawasan Rakhine yang bergolak, hari Minggu (13/11).
Disebutkan, mereka yang terbunuh itu bersenjatakan golok batang kayu.
Hari Sabtu, tentara mengerahkan helikopter tempur dan menembaki desa-desa di negara bagian Rakhine. Delapan orang, termasuk dua serdadu, tewas.
Serangan itu merupakan 'operasi pembersihan' yang menyasar kaum militan bersenjata, kata tentara.
Gambar dan video di media sosial menunjukkan, korban tewas itu termasuk juga erempuan dan anak-anak.
Desa-desa hangus
Media pemerintah berdalih, pengerahan helikopter tempur dilakukan setelah dua tentara dan enam penyerang tewas dalam bentrokan dalam penyergapan terhadap tentara.
Beberapa laporan menyebutkan terbakarnya sejumlah desa di kawasan Rakhine.
Foto yang dirilis oleh Human Rights Watch tampaknya menunjukkan desa-desa yang hangus, dan menurut kelompok hak asasi itu setidaknya 430 bangunan terbakar.
Para aktivis Rohingya mengatakan pemerintah berusaha secara sistematis untuk mengusir minoritas Muslim dari desa-desa mereka.
Menyerang Rohingya adalah langkah populer untuk militer, lapor wartawan BBC Jonah Fisher dari kota terbesar Myanmar, Yangon.
Itu karena kaum Rohingya tidak disukai oleh banyak orang Burma yang menganggap mereka imigran ilegal dari Bangladesh, katanya pula.
http://bangka.tribunnews.com/2016/11/16/150-muslim-rohingya-tewas-dibantai-tentara-myanmar
Jangan Diam, Sebarkan...! 150 Muslim Rohingya Tewas Dibantai Tentara Myanmar
4/
5
Oleh
Media Pergerakan

